Kamis, 12 Januari 2012

BAB 11 Akuntansi dan Laporan Keuangan



Akuntansi dan Laporan Keuangan

Bbeberapa pakar mendefinisikan ilmu akuntansi sebagai proses mengidentifikasi,  mengukur, mencatat, dan mengkomunikasikan atau melaporkan transaksi – tranksaksi yang terjadi dalam suatu organisasi kepada pihak – pihak yang berkepentingan. Transaksi yang dimaksud adalah kejadian  - kejadian yang bersifat keuangan dan mempengaruhi posisi keuangan perusahaan. Dengan kata lain, akuntansi atau pekerjaan akuntansi adalah proses mencatat semua kejadian yang bersifat keuangan (transaksi) dan melaporkannya dalam bentuk yang lazim disebut laporan keuangan – untuk dikomunikasikan kepada para pengguna.
Pihak pihak yang berkepentingan terhadap akuntansi
·        Manager : untuk mengetahuimaju mundurnya perusahaan
·        Pemilik : untuk mengetahui seberapa besar laba yang menjadi bagiannya
·        Kreditor/investor : untuk mengetahui tingkat keamanan modal yang dipinjamkan kreditur untuk orang yang meminjamkan uangnya kepada orang lain
·        Karyawan : untuk melihat apakah balas jasa yang diterimany apakah sudah selesai dengan prestasi yang diberikan / belum
·        Pemerintah : untuk menetukan besar nya pajak yang harus dibayar
Prinsip- prinsipp akuntansi
Prinsip akuntansi yang berlaku di indonesi asejak tahunb 1974 adalah prinsip akuntansi Indonesia (PAI) yang disusun berdasarkan penelitian paul Grady (AS) tentang prinsip akuntansi yang berlaku di Amerika Serikat .  Jadi PAI adalah sebagai pedoman atau mengatur pembuatan laporan keuangan dan sebagai pedoman pengolahan data akuntansi. Prinsip – prinsip harus selalu konsisten berlaku umum, dan tidak menyimpang dari  aturanyangg berlaku .

Laporan keuangan
Jenis laporan keuangan yaitu ada 3, antara lain :
Laporan Rugi / Laba (Income Statement)
Laporan R/L adalah suatu laporan yang menunjukan hasil usaha dan biaya yang menjadi beban perusahaan selama satu periode akuntansi. Hasilnya dan beban yang tujuannya adlah untuk mengukur kemajuan atau perkembangan perusahaan dalam menjalankan fungsinya selama periode tersebut.
Laporan Perubahan Modal ( Capital Statement)
Laporan perubahan modal adalah laporan yang menunjukan perubahan – perubahan modal ( dari modal awal menjadi modal akhir selama periode akuntansi )
Unsur – unsur  laporan perubahan modal adalah :
·        Modal awa 1/1
·        Modal Akhir 31/12
·        Laba/Rugi tahun ini
Laporan Neraca ( Balance Sheet)
Laporan neraca adalah sutau laporan yang menunjukan keadaan suatu perusahaan pada waktu tertentu .Bentuk laporan neraca ada 2 ,yaitu :
·        Scontro
·        Stafel


BAB 10 Manajemen dan Sumber Daya Manusia


Manajemen Sumber Daya Manusia

A.     Macam- macam Sumber Daya Manusia
Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya
 Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme,
tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan.
B.     Perkembangan Sumber Daya Manusia
Organisasi memandang pentingnya diadakan pengembangan sumber daya manusia sebab pada saat ini karyawan merupakan asset yang sangat penting dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Disamping itu dalam kegiatan pengembangan sumber daya manusia, perlu adanya koordinasi yang cukup baik antara setiap unit kerja yang ada di dalam organisasi dengan bagian kepegawaian.Hal ini penting mengingat bahwa setiap unit kerja lebih mengetahui kebutuhan pengembangan yang bersifat pengetahuan dan ketrampilan teknis rai pegawai yang berada di bawahnya. Oleh karena itu, bagian kepegawaian dalam hal ini pengembangan tersebut berperan sebagai pendukung dalam pelaksanaan aktivitas pengembangan dan berhubungan dengan peningkatan ketrampilan dan pengetahuan teknis dari setiap unit kerja, bagian kepegawaian dapat melakukan perencanaan pengembangan karier pegawai agar organisasi memiliki pegawai yang siap pakai pada saat dibutuhkan untuk posisi atau jabatan baru. Dalam tahap pengembangan sumber daya manusia ini terdapat dua aspek kegiatan penting yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, yakni kegiatan pelatihan dan kegiatan pengembangan sumber daya manusia itu sendiri yang dimaksudkan agar potensi yang dimiliki pegawai dapat digunakan secara efektif. Kegiatan pelatihan dipandang sebagai awal yaitu dengan diadakannya proses orientasi yang kemudian dilanjutkan secara berkelanjutan selama pegawai tersebut berada di dalam organisasi.
C.     Pemanfaatan Sumber Tenaga Kerja dan Kompesasi
Pemanfaatan Sumber Tenaga Kerja dan
Kompensasi
Program kompensasi karyawan dirancang :
1. Menarik karyawan yg cakap ke dalam organisasi.
2. Memotivasi karyawan mencapai prestasi unggul.
3. Mencapai masa dinas yg panjang Sesuai fungsinya.

D.    Hubungan Perburuhan

Hubungan Perburuhan
Bila terjadi ketidak kesepakatan, buruh punya
senjata yang dapat digunakan :
a.      Boikot
b.      Pemogokkan
c.      Penghasutan
d.      Memperlambat kerja
E.     Mengapa Pekerja Mendirikan Serikat Pekerja
Serikat Pekerja atau karyawan (Labor Union atau Trade Union) adalah organisasi pekerja yang dibentuk untuk mempromosikan atau menyatakan pendapat, melindungi, dan memperbaiki, melalui kegiatan kolektif, kepentingan sosial, ekonomi dan politik anggotanya.

F.      Perserikatan Saat ini

Tipe-tipe Serikat Karyawan
a. Craft Unions
Anggotanya karyawan yang punya ketrampilan yang sama seperti tukang kayu.
b. Industrial Unions
Dibentuk berdasarkan lokasi pekerjaan yang sama, serikat ini terdiri pekerja tidak berketrampilan maupun berketrampilan dalam perusahaan atau industri tertentu.
c. Mixed Unions
Mencakup pekerja terampil, tidak terampil dan stengah terampil dari suatu lokal tertentu tidak memandang dari industri mana.

G.    Hukum- hukum yang Mengatur Hubungan Antar Tenaga Kerja dengan Manajer

1.      Closed Shop Agreement
Hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota serikat (persatuan).
2.       Union shop Agreement
Mengaharuskan para pekerja untuk menjadi anggota serikat untuk periode waktu terentu.
3.      Open Shop Agreement
Memberikan kebebasan pekerja untuk menjadi atau tidak anggota serikat kerja

BAB 9 Manajemen Keuangan Perusahaan


Manajemen Keuangan Perusahaan

Modal (Capital) menunjukkan aktiva tetap yang digunakan untuk produksi.
Budgeting (Anggaran ) adalah sebuah rencana rinci yang memproyeksikan aliran kas masuk dan aliran kas keluar selama beberapa periode pada saat yang akan datang.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa capital budgeting adalah :
·         Capital budget adalah garis besar rencana pengeluaran aktiva tetap
·         Penganggaran modal (capital budgeting) adalah proses menyeluruh menganalisa proyek2 dan menentuan mana saja yang dimasukkan ke dalam anggaran modal.
·         Capital Budgeting adalah proses dimana manager financial dihadapi pada keputusan apakah akan menginvestasi pada projek tertentu atau pada asset tertentu.  Biasanya dalam proses Capital Budgeting perlu diperhatikan beberapa hal:
1.      Proyek apakah yang menguntungkan bagi perusahaan.
2.      Dari serangkaian pilihan proyek, asset apakah yang diperlukan untuk mendukung proyek tersebut.
3.      Berapa besar jumlah investasi yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan asset tersebut?
II.Alasan Dibutuhkan nya Capital Budgeting ( Anggaran Modal )
1.      Keputusan penggaran modal akan berpengaruh pada jangka waktu yang lama sehingga perusahaan kehilangan fleksibilitasnya.
2.      Penanggaran modal yang efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari penambahan aktiva.
3.      Pengeluaran modal sangatlah penting

Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatu investasi. Angka yang digunakan adalah laba setelah pajak dibandingkan dengan total atau average investement. Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam prosentase. Angka ini kemudian dibandingkan dengan tingkat keuntungan yang disyaratkan.
Metode ini tidak kami gunakan karena mengabaikan konsep nilai waktu uang. Konsep laba yang digunakan adalah konsep akuntansi dan bukan kas, padahal kas adalah hal yang sangat penting.
Catatan : kas masuk dan keluar tidak selalu terjadi sesuai dengan pengakuan biaya dan penghasilan.

Metode Payback
Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali, karenanya dasar yang digunakan adalah aliran kas, bukan laba. Namun problem utamanya adalah sulitnya menentukan periode payback maksimum yang disyaratkan, untuk dipergunakan sebagai angka pembanding. Dalam prakteknya, yang dipergunakan adalah payback umumnya dari perusahaan-perusahaan yang sejenis.
Kelemahan lain dari metode ini adalah diabaikannya nilai waktu uang dan diabaikannya aliran kas setelah periode payback. Akhirnya kelemahan pertama diatasi oleh metode Discounted Cash Flow. Misalnya proyek A dengan investasi 20 juta, dengan usia ekonomis 6 tahun, memiliki aliran kas 6.5 juta per tahun. Proyek B dengan investasi 20 juta juga, usia ekonomis 10 tahun, aliran kas 6 juta per tahun. Tingkat bunga yang dianggap relevan adalah 10 %. Maka dalam waktu kurang 4 tahun, investasi A akan kembali, sedangkan B membutuhkan waktu lebih 4 tahun. Namun secara total investasi B akan memberikan tambahan kas yang lebih banyak (karena usia ekonomis yang lebih lama). Jadi dengan DCF ini hanya menyelesaikan masalah diabaikannya niai waktu uang saja, tetapi belum dapat mengatasi masalah diabaikannya aliran kas setelah periode payback. Namun demikian cara ini tetap populer digunakan, namun hanya sebagai pelengkap penilaian investasi saja, terutama untuk perusahaan yang menghadapi problem likuiditas atau kelancaran keuangan jangka pendek.
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih (operasional maupun terminal cash flow) di masa yang akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang itu, harus ditentukan tingkat bunga yang dianggap relevan.
Ada beberapa konsep menghitung bunga yang dianggap relevan itu. Pada dasarnya tingkat bunga tersebut adalah tingkat bunga pada saat keputusan investasi masih terpisah dari keputusan pembelanjaan ataupun waktu mulai mengaitkan keputusan investasi dengan keputusan pembelanjaan (keterkaitan ini hanya mempengaruhi tingkat suku bunga, bukan aliran kas). 
Metode NPV
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih (operasional maupun terminal cash flow) di masa yang akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang itu, harus ditentukan tingkat bunga yang dianggap relevan.
Ada beberapa konsep menghitung bunga yang dianggap relevan itu. Pada dasarnya tingkat bunga tersebut adalah tingkat bunga pada saat keputusan investasi masih terpisah dari keputusan pembelanjaan ataupun waktu mulai mengaitkan keputusan investasi dengan keputusan pembelanjaan (keterkaitan ini hanya mempengaruhi tingkat suku bunga, bukan aliran kas).
Dalam metode IRR, dihitung tingkat suku bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa mendatang. Jika tingkat bunga ini lebih besar daripada tingkat bunga relevan (yang dipersyaratkan), maka investasi diangap menguntungkan.
Metode PI
Metod ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa datang dengan nilai sekarang investasi. Jika PI lebih besar dari 1, maka diannggap menguntungkan.

BAB 8 Konsep Nilai Waktu dari Uang


 Konsep Nilai Waktu dari Uang

a.    Nilai yang akan datang
Nilai masa depan atau nilai akhir pada tahun ke n (FVn). Proses yang mengarah dari nilai sekarang (present value-PV) menuju nilai masa depan (future value-FV) disebut dengan pemajemukan. Pemajukan adalah proses aritmatika untuk menetapkan nilai akhir dari arus kas atau rangkaian arus kas ketika bunga majemuk digunakan. FVn = PV(1+k)n  
b.     Nilai Sekarang
Nilai sekarang atau present value dari arus kas atau serangkaian arus kas di masa mendatang. Proses pencarian nilai sekarang dari arus kas atau serangkaian arus kas, pendiskontoan merupakan kebalikan dari pemajemukan.
PV =   FVn_    
        (1+k)n  
PVIFkn = present value interest factor untuk k,n.
PVIFkn =   ____1___ =     ____1____    n   =  1 / FVIFk.n
                                 (1+k)n                         1+k

c.     Anuitas
Nilai masa depan dan anuitas
Anuitas adalah serangkaian pembayaran dalam jumlah yang tetap untuk jangka waktu tertentu. Notasi yang digunakan :
Sn = nilai masa depan dari anuitas
PMT = payment time = pembayaran periodic
n = jangka waktu anuitas
FVIFAk,n = factor bunga nilai masa depan dari anuitas
FVIFAk,n = Σ (1+k)n-1 = (1+k)n – 1
                                        K
Nilai sekarang dari anuitas
Nilai sekarang dari anuitas n tahun disebut An dan nilai sekarang faktor bunga anuitas disebut PVIFAk,n.
An = PMT (PVIFAk,n)
PVIFAk,n =   1  -    ___1____          =       1/k - ____1____
                                 (1+k)n                                                 k (1+k)n
                                  k 
Nilai sekarang dari Anuitas Terhutang
Berguna untuk mengukur setiap pembayaran yang maju satu periode atau pembayaran pada awal tahun dengan menggunakan formulasi :
An (Anuitas Terhutang) = PMT (PVIFAk,n)(1+k)
Periode pemajemukan tengah tahunan atau triwulanan
Untuk menentukan apakah lebih baik bunga dihitung tahunan atau tengah tahunan (6 bulan sekali) atau triwulanan (3 bulan sekali) atau bulanan (1 bulan sekali). Suku bunga nominal adalah suku bunga yang berlaku pada saat perjanjian. Suku bunga efektif (annual percentage rate = APR ) adalah suku bunga yang menghasilkan nilai majemuk terakhir.
Suku bunga tahunan efektif = APR = Σ  PMTt (1- ___knom__ ) m – 1,0 
                                                            t=1                                   1+k
 Dimana :
k nom = suku bungan nominal
m = jmlah periode pemajemukan dalam satu tahun
Pemajemukan tahunan = FVn = PV (1+k)n
Pemajemukan tengah tahunan, triwulanan, bulanan atau harian
FVn = PV ( 1- k nom ) mn
                          m
m = frekuensi pemajemukan dalam satu tahun, jika harian m = 365
n  = jumlah tahun
Contoh soal :
Diasumsikan sekarang ini tanggal 1 januari 2000. Pada tanggal 1 Januari 20001 seorang nasabah akan menyetorkan uangnya ke bank Azza dalam bentuk tabungan sejumlah Rp. 10.000.000 dengan suku bunga 12% per tahun.
Ditanyakan :
1.     Bila bank Azza melakukan pemajemukan tahunan, berapa nilai rekening nasabah pada tanggal 1 januari 2004?
2.     Berapa saldo pada 1 januari 2004 tersebut bila bank Azza melakukan pemajemukan triwulanan?
3.     Misalkan nasabah tersebut melakukan penyetoran Rp. 10.000.000 tersebut dalam pembayaran masing-masing Rp. 2.500.000 pada tanggal 1 Januari 2001,2002,2003 dan 2004. Berapa saldo uang nasabah pada tanggal 1 januari 2004 bila dimajemukkan tahunan?
4.     Misalkan nasabah tersebut ingin mendapatkan saldo seperti pada jawaban pertanyaan nomor 1 di atas, tetapi dengan menyetor empat kali pada tanggal 1 Januari 2001,2002,2003 dan 2004. Berapa besarnya masing-masing setoran?
Penyelesaian :
1.     Waktu penabungan dapat digambarkan sebagai berikut :
1/1/00      1/1/01       1/1/02       1/1/03      1/1/04
____________________________________
   Rp. 10.000.000                                 
Uang Rp 10.000.000 tersebut dimajemukan selama 3 tahun
Future value = PV (1+k)n = 10.000.000 (1+0,12)3 = Rp. 14.049.280
2.     Suku bunga tahunan 12% dimejemukkan triwulanan
Future Value (FV) = Rp 10.000.000 ( 1 + 0,12/4)3x4
                              =  Rp 10.000.000 (1,1255)
                              =  Rp 14.257.274
1/1/00      1/1/01      1/1/02     1/1/03     1/1/04
3.     ____________________________________
               2.500.000     2.500.000   2.500.000     2.500.000
     Nilai masa depan dari anuitas :
     FVIFAk,n =  (1+k)n-1   =  (1+0,12)4-1   = 4,7793
                               K                 0,12
      PMT(FVIFAk,n) = Rp 2.500.000 (4,7793) = Rp 11.948.320
Jika setoran sebesar Rp 2.500.000 setiap tahun selama 4 tahun, maka jumlah saldo tabungan nasabah akhir tahun ke 4 sebesar Rp 11.948.320
4.     FV = Rp 14.049.280
k = 12%
n = 4 tahun
PMT(FVIFA12%,4) = FV
FVIFA12%,4  = (1+0,12)4-1 = 4,7793
                                   0,12
PMT (4,7793) = Rp 14.049.280
              PMT  = Rp 14.049.280 / 4,7793 = Rp 2.939.610
Jadi masing-masing-masing setoran adalah Rp 2.939.610
Catatan :
FV         : future value (nilai masa depan)
FVIF      : future value interest factor (faktor bunga nilai masa depan)
APR      : annual percentage rate (suku bungan tahunan yang efektif)
PV        :  precent value (nilai sekarang)
PVIF    : present value interest factor (faktor bunga nilai sekarang)
FVIFA  :future value interest factor for an annuity (faktor bunga nilai masa depan   dari anuitas)
PMT   : payment time (periode pembayaran)


BAB 7 Manajemen Produksi


Bab 7. Manajemen Produksi

a.      Perkembangan Manajemen Produksi
Perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan beberapa faktor yang
menunjang yaitu :
a. Adanya pembagian kerja dan spesialisasi
b. Revolusi industri
c. Perkembangan alat dan teknologi (termasuk komputer)
d. Perkembangan ilmu dan metode kerja
b. Pengertian Manajemen Produksi
Pengertian manajemen produksi mencakup 3 unsur penting yaitu
a. Adanya orang yang lebih dari satu
b. Adanya tujuan yang ingin dicapai
c. Orang yang bertanggungjawab terhadap pencapaian tujuan tersebut

Pengertian Produksi
Yaitu suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi keluaran atau output.Dalam arti sempit produksi adalah kjegiatan yang menghasilkan barang baik barang setengah jadi, barang jadi, barang industri, suku cadang, komponen penunjang.

a.      Proses Produksi
Proses produksi dapat ditinjau dari 2 segi :
a. Berdasarkan kelangsungan hidup terbagi kedalam 2 bagian:
- Proses produksi terus menerus (Continuous production)
- Proses produksi yang terputus-putus (Intermiten Production)
b. Berdasarkan teknik terbagi kedalam 4 bagian :
- Proses ekstraktif
- Proses analitis
- Proses pengubahan
            - Proses sintesis


b.      Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Produksi
Ada 4 macam pengambilan keputusan yaitu :
a. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
b. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung risiko
c. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
d. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena  pertentangan dengan keadaan yang lain.

c.      Ruang Lingkup Manajemen Produksi
Manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan manajemen produksi serta pengoperasiaannya,yang meliputi :
a.      Seleksi dan design hasil produksi (produk)
b.      Seleksi dan perancangan proses serta peralatan
            c.   Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
            d.   Perancangan tata letak (Lay out) dan arus kerja atau proses
            e.   Perancangan tugas
            f.    Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasita
            g.   Fungsi dan Sistem Produksi dan Operasi
            h.   Lokasi dan Layout Pabrik